Cerpen

Antara Kau dan Aku ~ 3

la mengharapkan pagi ini pemuda itu yang datang menjemputnya. Tetapi justru Andrei yang datang perlente memencet bel. Tak tahu malu, Andrei mengaku sebagai pacarnya. Dan gadis itu dengan terpaksa tersenyum masam menanggapi godaan ayah dan ibunya, &q…

Sepotong Hati yang Baru

Aku menghela napas perlahan. Bertanya perlahan. Berusaha memutus suasana canggung lima menit terakhir, "Apa kau baik-baik saja?" Alysa mengangkat kepalanya, mengangguk. Hening sejenak. Lebih banyak kesunyian menggantung di langit-l…

Jami II

Tak seperti hari-hari biasa, kemarin aku pergi ke Bank pukul 14:00. Alasannya karena hari itu adalah hari Jumat. Tak butuh waktu lama untuk aku menjangkau Bank, karena jarak kantorku ke bank hanya sekira tiga ratus meter. Setibanya di pintu Bank…

Jami

Namanya Jami. Menurutku, itu nama yang aneh untuk seorang perempuan. Tapi hak orangtuanya mau memberi nama apa kepada anaknya. Lagi pula aku tak dapat menintervensi Jami untuk mengubah namanya menjadi Putri, Siti, atau nama feminim mainstream lainn…

Nuraliyah binti Mahmudin

Arloji di tanganku menunjukkan pukul dua puluh, tapi dia belum muncul juga. Aku hanya bisa terdiam, berdiri di tepi jalan, di atas trotoar, di bawah sinaran lampu yang taram-temaram, bersandar pada dinding yang penuh coretan. Sesekali kupandangi mob…

Muat postingan lainnya
Tak ada hasil yang ditemukan